Cara Menanam Porang yang Benar Hingga Menghasilkan - JALUR INFORMASI

24.12.21

Cara Menanam Porang yang Benar Hingga Menghasilkan

Cara menanam Porang


JALURINFO.ID-Tanaman porang Kini mulai menjadi primadona bagi para petani. Karena tak cuma punya nilai jual yang tinggi, tanaman porang ternyata disebut ahli termasuk tanaman yang sangat mudah ditanam. 

Tanaman penghasil umbi tersebut memiliki nama ilmiah Amorphophallus muelleri. Di sebagian wilayah Indonesia, ada juga yang menyebut tanaman Porang dengan nama iles-iles. Porang menghasilkan umbi yang pasarnya tersebar luas, mulai dari Jepang, China, Taiwan, Vietnam, Australia, dan Korea. 

Di pasar ekspor, umbi porang yang diolah menjadi tepung memiliki nilai jual tinggi. Lantas, bagaimana cara menanam porang dan budidayanya? Baca juga: Tak Cuma Punya Nilai Jual Tinggi, Porang Juga Bermanfaat Bantu Diet Cara menanam dan budidaya Porang. 

Menurut Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Edi Santosa S.P, M.Si mengatakan bahwa tanaman porang termasuk tanaman yang sangat mudah untuk ditanam. "Porang ini tanaman gampang tumbuh. 

Di naungan (di sela-sela dan di bawah pepohonan atau tumbuhan lain) bagus, di bawah matahari langsung juga bagus," kata Edi kepada Kompas.com, Sabtu (10/4/2021). Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. 

Daftarkan email Namun Edi tidak menyarankan porang dijadikan tanaman tumpang sari. Sebab, dikhawatirkan akan terjadi rebutan nutrisi antara tanaman utama dan porang itu sendiri. 

Tumpang sari adalah suatu bentuk pertanaman campuran berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan atau agak bersamaan. Berikut adalah tips untuk menanam dan melakukan budidaya tanaman porang menurut ahli: 

1. Tanah harus diolah 


Tindakan pertama yang harus dilakukan saat menanam porang adalah merawat dan mengolah tanah tempat tanamnya. "Tanahnya harus diolah, kalau tanahnya keras umbinya gepeng (the press globos). Kalau tanahnya gembur, itu umbunya globos, membulat," jelas Edi.

Maka umbi yang ada di dalam tanah akan cenderung tumbuh ke arah atas. Sehingga, hasil panennya akan didapatkan umbi porang yang berbentuk serupa dengan singkong agak memanjang. Sebaliknya, jika ditanam di tanah yang gembur. Maka, hasil umbi Porang akan tumbuh ke samping dan bisa membulat besar. 

"Apalagi tanah yang kandungan pasirnya tinggi itu lebih bagus lagi," tuturnya. Lihat Foto Tanaman porang yang baru berusia bulanan di lahan milik Edy Effendi di Jalan Balai Desa, Pasar 12 Patumbak, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang.


2. Ditanam jangan terlalu dalam 


Hal berikutnya yang harus dilakukan agar hasil umbi porang bagus adalah jangan menanam bibit porang terlalu dalam. Edi menyebutkan, kedalaman yang paling ideal adalah sekitar 10-15 sentimeter di kedalaman tanah. 

Jika Anda menanamnya terlalu dalam, maka hasil umbi porang akan memanjang seperti singkong, tetapi juga terdapat sekat di antaranya. "Kalau terlalu dalam (menanamnya), bisa pisah-pisah (pada umbinya)," jelasnya. 

Maksudnya akan seperti singkong yang memiliki sekat agak memanjang, meskipun dalam satu umbi. Baca juga: Mengenal Kelor si Tanaman Superfood, dari Manfaat hingga Budidaya 

3. Jarak tanam jangan terlalu rapat 


Meski tanaman Porang merupakan tanaman yang bisa ditanam di naungan pohon ataupun tumbuhan lain, Edi menyarankan agar jarak tanam porang jangan terlalu rapat. Jika Anda menanamnya dengan jarak rapat, maka umbi porang sulit untuk tumbuh besar membulat. 

4. Harus diberi pupuk yang tepat 


Seperti halnya dengan tanaman lain, untuk mendapatkan hasil yang maksimal harus diperlukan pupuk. Edi menyarankan, pupuk yang digunakan untuk porang adalah pupuk kandang. "Sebaiknya harus pupuk kandang. Ini akan bagus untuk kondisi tanah subuh, secara fisika, kimia dan biologisnya juga baik dengan pupuk kandang," ujarnya. 

Setidaknya, menurut dia, akan lebih baik jika petani memberikan 1 kilogram pupuk kandang, hanya sekali selama masa tanam. "Kalau pake pupuk NPK itu memang hasilnya lebih bagus juga, tapi kandungan kimianya tinggi," kata dia. Jika tetap ingin memberikan campuran pupuk kimia NPK, maka cukup 1 kali saja selama masa tanam. 

Sebagai informasi, masa tanam porang umumnya dilakukan saat periode musim kemarau hingga awal musim hujan. Lihat Foto Katak porang, Selain umbi, tanaman porang juga menghasilkan katak yang memiliki nilai jual.

5. Bersihkan rumput dan alang-alang sekitar Porang 


Dikatakan Edi, sebenarnya porang merupakan tanaman yang tanpa dirawat masih tetap bisa tumbuh. Akan tetapi, dengan melakukan perawatan seperti membersihkan rumput dan alang-alang yang tumbuh di sekitar tanaman porang bisa membuat hasil panen lebih baik. 

"Kalau bisa, kalau ada tanaman alang-alang itu dicabuti. Soalnya (alang-alang di dalam tanah) bisa menembus umbi, bikin rusak umbi Porang," jelas dia. Baca juga: Mengenal Mie Shirataki, Olahan Porang yang Ampuh Menurunkan Berat Badan 

6. Semprot seperlunya 


Dalam membudidayakan tanaman porang ini tidak cukup sulit seperti tanaman lainnya. Edi berkata, selama masa tanam, porang tidak perlu disemprot pestisida secara rutin. Kecuali, jika tanaman tersebut berada di tanah yang terlalu lembab dan diserang jamur, serta saat tanah terinfeksi yang bisa mengakibatkan umbi porang juga ikut terinfeksi. 

Jika tanah di sekitar penanaman Porang tersebut terinfeksi, maka petani wajib dan harus membersihkannya. "Tanaman yang satu saluran air (tanah terinfeksi) lainnya harus dipupuk dan dikasih fungisida," ucap dia. 

7. Waktu Panen porang Porang 


Porang dapat dipanen setelah enam bulan atau sehabis periode musim kemarau berakhir. Jika tidak dipanen, tanaman porang akan layu dan seolah mati. Tapi mereka tidak mati, nanti musim berganti, tahun depan saat musim kemarau berikutnya kalau diberikan pupuk dan dirawat, tanaman porang bisa berisi kembali. 

"Makanya kalau tidak sempat panen, bisa sampai tiga tahun ke depan, itu nanti hasilnya gede (besar umbinya) kalau dirawat," ucap dia.

Nah itulah tadi beberapa tips dalam menanam porang, meskipun terkesan asing, namun tanaman inisudah cukup banyak yang membudidayakannya, dengan penghasilan yang tidak bisa diremehkan. Semoga bermanfaat.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda