Sejarah dan Asal usul Nama Sekayu - JALUR INFORMASI

5.3.21

Sejarah dan Asal usul Nama Sekayu

Jalurinfo.id- Apa yang terlintas dibenak kalian jika medengar kata SEKAYU? Apakah ikan Selainya, Piala Adipura atau Kuyung Kupeknya ? hehe, Ya mungkin itu hanya sedikit dari berbagai macam hal yang identik dengan Kota Sekayu. Sebagai salah satu kota yang ada di Sumatera Selatan dan berjarak sekitar 125,4 KM atau sekitar 3 Jam dari pusat kota Palembang. 

Sekayu sebagai kota kecil yang berada di sekitaran Sungai Musi ini. Membuat  Sekayu memiliki status sebagai Kotamadya, namun masih tetap berstatus sebagai Kecamatan dengan Total luas sebesar 701,60 km atau sekitar 4,9% dari Total luas Kabupaten Musi Banyuasin. 

Sejarah nama sekayu dan asal usulnya

Berdasarkan data yang didapat dari Wikipedia total penduduk dari kota yang memiliki semboyan "Serasan Sekate" ini mencapai 222.263 Jiwa atau 14.01 % dari total penduduk yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin. 

Nah Setelah sedikit mengetahui tentang kota sekayu ini maka kali ini kita akan membahas lebih jauh mengenai sejarah dan juga asal usul dari nama sekayu tersebut. Tentu saja akan sangat menarik untuk kita ketahui terutama bagi kalian, yang merupakan orang-orang asli yang berasal dari Sekayu tentu jangan sampai kalian tidak mengetahuinya. 

Berikut ini adalah penjelasan mengenai sejarah dan juga asal-usul dari nama Sekayu yang telah di rangkum dari cerita daerah dan beberapa sumber lainnya. 

1. Awal Mula

Pada awalnya nama Sekayu ini Bermula ketika terbentuknya suatu dusun yang terletak di pinggiran sungai Musi. Dusun tersebut bernama Dusun suak yang dikepalai oleh seorang Depati yang bernama Sahmab Bin Shaji. Beliau dikenal juga sebagai puyang bupati atau puyang Depati. 

Seiring dengan berjalannya waktu Dusun suak ini semakin ramai hal ini terlihat dengan bertambahnya penduduk dan juga aktivitas di sekitaran Desa suak. 

Sehingga hal ini yang membuat Buyung Depati membuka sebuah wilayah baru yang terletak di dekat dengan lorong pangeran. Wilayah baru tersebut bernama Pangkalan Balai yang letaknya nya berada di sekitaran Hilir terusan simpit sekarang. 

BACA JUGA : Kades di Sumsel terancam Hukuman Mati

Wilayah ini pada awalnya digunakan sebagai area persawahan dan juga pemukiman, namun masih tetap dikepalai oleh satu kepala dusun yaitu Sahmad bin Haji yang mendapat gelar sebagai gindo. 

Pada masa itu pula telah berdiri kesultanan Palembang Darussalam yang mempengaruhi q&a perkembangan dusun-dusun yang di wilayah Sumatera Selatan. 

Salah satunya dengan berkaitan pertahanan dan juga bentuk pemerintahan yang disebut sebagai Kadipaten pedatuan, penggawa, Gindo dan juga munculnya istilah penghulu, ketik, din, hulubalang dan juga lebai. 

Dan memasuki generasi ketiga pada zaman Kesultanan dibentuklah suatu pedatuan yang bertugas untuk mengepalai berbagai desa yang ada di wilayah Sumatera Selatan yang lebih akrab disapa sebagai Marga. 

Pada masa itu pula Ahmad bin haji dipercaya untuk mendirikan sebuah Marga yaitu Marga menteri Melayu yang wilayahnya berada di Sekayu saat ini. 

Namun sebelum ahmad bin Haji diangkat sebagai Datuk telah lebih dulu lu di area Sekayu itu terdapat sebuah area persawahan yang bernama pangsa sako dan Pang sambut di sebelah hilirnya. 

Area persawahan ini juga digarap oleh penduduk yang berasal dari Desa Pangkalan Balai dan juga Desa soak namun sayangnya sering sekali terjadi keributan antara dua Dusun tersebut. 

BACA JUGA: Nasi Minyak Palembang dan cerita menariknya

Dan pada masa itu pula terdapat seorang anak yang masih keturunan dari sahabat bin Sahaji ia memiliki adik yang bernama sajidin. Sajidin yang kemudian mempunyai anak yang bernama Tahaji dan Tahaji ini memiliki mak 3 orang putri masing-masing adalah Tsaima, Tsaiyah dan juga Sak Ayu. 

Dari ketiga putrinya tersebut Sak Ayu merupakan yang paling cantik dan paling rajin dan sering membantu orang tuanya pergi ke sawah saat panen besar. 

Namun setelah beranjak dewasa ada mitos yang dipercaya bahwa jika Sak Ayu tidak diajak ke sawah maka hasil panen akan berkurang hal ini juga telah diperhatikan oleh kedua orang tua dan juga warga sekitar. 

Ibunya yaitu Mahesa binti mandaru pernah bermimpi bahwa salah satu dari putrinya tersebut dipercaya memiliki Tuah padi hal ini pula diceritakan langsung kepada puyang Depati. Sehingga hal tersebut membuat puyang Depati pun meminta petunjuk kepada Allah tentang kebenaran mimpi tersebut. 

Hal ini dikarenakan sahmad bin haji dipercaya memang memiliki kesaktian oleh warga sekitar selain ahli agama, ahli pengobatan beliau juga dipercaya sangat dekat dengan Allah SWT. 

Masyarakat memberikan gelar al-qaidah yang memiliki arti penegakan hukum. Setelah meminta petunjuk akhirnya kebenaran tentang mimpi tersebut menurut puyang Depati adalah Sak Ayu.

2. Munculnya Nama Sekayu

Akibat hal tersebutlah membuat masyarakat sekitar percaya Jika menginginkan hasil panen yang besar maka mereka harus mengajak Sak Ayu untuk pergi ke sawah seperti menanam bibit padi hingga meminta doa dengan tujuan agar terhindar dari berbagai macam penyakit serta menghasilkan panen yang besar. 

Dan benar saja hasil panen kemudian melimpah hingga membuat masyarakat sangat berterima kasih kepada Sak Ayu. Hal ini kemudian membuat area persawahan dari bangsa Aku tersebut sebagai semangat Padi Putri Sekayu. 

Hingga memasuki tahun 1745 masehi masyarakat sekitar kemudian memilih untuk membangun perumahan di dekat area persawahan tersebut, dan membuat puyang Depati mengubah nama dusun tersebut menjadi Sak Ayu atau sekarang lebih dikenal sebagai Sekayu. 

BACA JUGA : Asal-usul nama Pangkalan Balai

Nama Sekayu inilah yang terus dipertahankan hingga saat ini, hal ini dikarenakan masyarakat masih mempercayai cerita atau kisah dari Sak Ayu tersebut. Demikian penjelasan mengenai asal usul dan juga sejarah dari nama Sekayu.

Bagi yang berminat datang langsung untuk mengunjungi makam dari Putri Sak Ayu ini maka kalian dapat datang ke hilir Muara jenggot di seberang sungai Musi yaitu antara Kampung 5 dan juga Kampung Enam. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan, Jangan lupa untuk di share ya terima kasih.


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda