Pakai Dana Covid untuk Berjudi Kepala Desa di Sumsel terancam Hukuman Mati - JALUR INFORMASI

3.3.21

Pakai Dana Covid untuk Berjudi Kepala Desa di Sumsel terancam Hukuman Mati

Jangan pernah sekali-kali lupa akan kewajiban, hal inilah yang cocok untuk mendeskripsikan Kepala Desa di Sumsel ini.

Jalurinfo.id-Menyelewengkan dana bantuan sosial atau Bansos Covid 19 yang digunakan untuk berjudi seorang oknum kepala desa di Musi Rawas Sumatera Selatan yang bernama Askari (43) kini terancam penjara maksimal 20 tahun Penjara atau bahkan hukuman mati. 

Dilansir dari Detik.com Hal ini disampaikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) kejari Lubuklinggau yaitu yuriza Antoni pada dakwahnya tersebut di dalam persidangan Pengadilan Negeri Palembang kelas 1A khusus 1 Maret tahun 2021. 

Kepala desa disumsel terancam hukuman mati

Yuriza menjelaskan bahwa terdakwa atau pelaku ini merupakan seorang kades di desa Sukowarno pada Mei 2020 yang lalu telah melakukan tindakan korupsi dana desa tahap 2 dan juga tahap 3 dengan nilai sebesar 187,2 yang ia gunakan untuk berfoya-foya bermain judi hingga membayar hutang. 

BACA JUGA : Nasi Minyak Palembang Sejarah dan Cara Membuatnya

Dana desa tersebut seharusnya diperuntukkan bagi pencegahan dan juga penanggulangan covid 19 di desa atau wilayah tersebut yang dibagikan sebesar Rp600.000 keluarga. 

Terdakwa terjerat pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 undang-undang 20 tahun 2001 yaitu tentang perubahan uu nomor 31 tahun 1999 membahas mengenai tindakan pidana korupsi jo pasal 18 UU no 20 tahun 2001. Yang menyebabkan terdakwa terancam pidana maksimal 20 tahun penjara dan merujuk kepada peraturan presiden Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2020 tentang penyalahgunaan dan penggunaan korona atau cofid19 maka terdakwa terancam hukuman mati. 

BACA JUGA : Kawasan Tilang Elektronik di Palembang

Setelah mendengar dakwaan tersebut jaksa penuntut umum atau penasehat hukum terdakwa yaitu Supendi tidak melakukan tindakan pengajuan Eksepsi atau keberatan mengenai dakwaan yang diterima oleh terdakwa yang telah disampaikan oleh JPU tersebut, namun hingga kini majelis hakim memutuskan untuk menunda terlebih dahulu persidangan tersebut guna dilakukan tindak lanjut pada agenda pemeriksaan serta saksi-saksi yang akan dilakukan pada pekan depan. 

BACA JUGA : kebenaran dalam Sejarah Pempek Palembang


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda