Nasi Minyak Palembang Cara Membuat Hingga Sejarahnya - JALUR INFORMASI

2.3.21

Nasi Minyak Palembang Cara Membuat Hingga Sejarahnya

Nasi minyak makanan khas Sumsel yang sudah ada sejak zaman Kesultanan Palembang Darussalam 


JALURINFO.ID-Kota Palembang tak hanya terkenal oleh Jembatan Ampera dan juga makanan khasnya yaitu pempek atau empek-empek. Ternyata ada berbagai macam makanan khas yang berasal dari kota Palembang salah satunya adalah nasi minyak. Merupakan makanan yang biasa disajikan untuk sarapan oleh masyarakat di Kota Palembang. 

Namun tahukah kalian ternyata nasi minyak ini dahulu hanya bisa dinikmati oleh keluarga Sultan saja khususnya ketika memasuki era kepemimpinan dari Sultan Mahmud Badaruddin, pada masa beliau masih minyak ini mulai dikenal dan terus berkembang hingga saat ini. 

cara membuat nasi minyak palembang

Namun mengapa disebut sebagai nasi minyak? 

Ternyata penamaan nasi minyak tersebut tidak terlepas dari proses pembuatannya yang menggunakan bahan baku dari minyak Samin yang dicampur kan dengan berbagai macam rempah-rempah. 

Selain itu biasanya nasi ini dihidangkan pada acara-acara seperti resepsi pernikahan dari orang-orang emang asli maupun orang keturunan Arab yang sudah lama tinggal di kota Palembang. 

Nasi minyak ini biasanya dihidangkan dengan berbagai menu lainnya seperti ayam panggang, daging malbi, gambar nanas dan masih banyak lagi lainnya Hal ini tentu sesuai dengan selera dari masyarakat Palembang tersebut. 

Nasi minyak ini memang hampir serupa dengan nasi kebuli atau nasi Biryani namun yang membedakannya dari cara mereka mengolahnya dari bumbu-bumbunya sedikit berbeda. 

Namun nasinya ini tidak hanya ada di kota Palembang saja loh, karena nasi minyak sendiri juga ada di wilayah Jambi dan terdapat sedikit perbedaan karena nasi minyak di Jambi menggunakan kuah kari. 

Dan pada zaman dahulu nasi minyak ini hanya dapat di nikmati oleh keluarga Sultan setiap hari Jumat saja terutama ketika selesai dari salat Jumat serta dalam acara-acara penting lainnya. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa nasi minyak ini memiliki nilai historis tersendiri dan merupakan salah satu hidangan mewah yang pernah ada di Sumatera Selatan.

Saat ini nasi ini sudah dapat dengan mudah kita jumpai sehari bahkan sudah ada banyak rumah makan yang khusus untuk menyediakan menu dari nasi minyak ini dengan berbagai macam variasi dan juga harga yang berbeda. 

Berikut ini adalah resep sederhana untuk membuat nasi minyak Khas Palembang:

Bahan-bahan : 

  • 500 gram beras basmati lalu cuci dengan rendam sekitar 1 jam 
  • Kemudian sediakan juga 200 mg susu tawar, 50 gram mentega ataupun margarin 150 G bawang bombay yang dicincang halus kemudian satu setengah liter air kaldu dan 100 gram tomat kaleng dan dicincang. Selain itu siapkan pula 4 siung bawang putih, setengah sendok pala bumbuk, setengah bawang bombay 2 sendok makan Adas manis 2 sendok jintan, sendok gula 2 sendok garam 1 sendok Kapulaga bubuk lho jahe parut dan juga satu sendok kari bubuk. 
  • Selain itu bumbu-bumbu yang harus dipersiapkan adalah 100 gram Kismis rumah tinggal kapulaga 5 buah PK beberapa air kayu manis 1 sendok makan cengkeh 1 sendok adas dan juga 2 lembar daun salam. 

Cara membuat nasi minyak: 

  1. Dalam membuat nasi minyak ini membutuhkan langkah-langkah berikut: 
  2. Panaskan minyak Samin namun sebagai opsional dapat menggunakan mentega 
  3. Masukkan bumbu rempah-rempah tadi enggak mengeluarkan bau yang harum 
  4. Diikuti dengan masukkan bawang bombay Iris hingga berubah menjadi transparan 
  5. Aduk hingga merata dan sampai tercium wanginya.
  6. Langkah selanjutnya masukkan beras lalu aduk aduk sampai sedikit terserap jika sudah taburi diatasnya dengan menggunakan kismis. 
  7. Kemudian tutup dengan aluminium foil ataupun menggunakan serbet selama beberapa menit dan tunggu hingga matang barulah nasi minyak siap untuk disajikan kan . 

Nah itulah tadi sedikit informasi mengenai nasi minyak sebagai nasi nya para Sultan tetap bagaimana cara proses pembuatannya khususnya bagi kalian yang ingin mencoba membuat Nasi Minyak ala Palembang.

Yang dapat menghemat energi dan juga biaya dalam pembuatan nasi minyak tanpa perlu datang langsung ke kota Palembang karena saat ini sedang dalam masa pandemi covid 19 yang tentunya sangat meresahkan terutama bagi industri wisata dan kuliner.


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda