Inilah Filsuf paling berpengaruh abad 20 - JALUR INFORMASI

7.3.21

Inilah Filsuf paling berpengaruh abad 20

Apakah Kalian sering mendengar tentang filsuf? Dalam catatan sejarah sebutan filsuf ini hanya disematkan kepada orang-orang memiliki pemikiran yang filosofis dan layak untuk dikaji secara filsafati. 


Maksudnya pemikiran mereka ini mempunyai nilai filosofis dan mampu menjawab 3 pertanyaan setidaknya tiga aspek dalam ilmu filsafat yaitu ontologis, epistemologis dan juga aksiologis. Dan jika seseorang berdasarkan hanya pada retorika belaka, maka belum dapat dikatakan sebagai seorang filsuf.

Filsuf juga dapat dikatakan sebagai orang yang mempraktekkan filsafat, istilah filsuf ini berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu filsafat yang memiliki arti sebagai pencinta kebijaksanaan hal ini dikaitkan dengan pemikiran dari filsuf Yunani yaitu Phytagoras.

Perkembangan ilmu mengenai filsafat ini telah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan setiap zaman memiliki ciri dan perbedaannya masing-masing, hal ini dikarenakan setiap zaman memiliki suatu permasalahan atau kritik maupun perkembangan dari pemikiran di era sebelumnya. Hal ini juga berlaku untuk filsuf pada abad ke-20, berikut ini adalah beberapa tokoh filsuf yang berpengaruh pada abad ke-20.

filsuf paling berpengaruh abad ke 20

Albert camus (Prancis-Aljazair)

Albert Camus lahir pada 7 November tahun 1913 di Algeria Prancis. Albert camus merupakan salah satu penulis besar yang ada di dunia sastra Barat modern. Ia menyelesaikan studi filosofi dan memperoleh gelar sarjana Pada tahun 1935. 

Dan karya pertamanya terbit pada tahun 1945 yaitu ketika masa akhir dari Perang Dunia ke-2, ya menyelesaikan 2 buku yang membuat namanya dikenal luas. Karya besarnya tersebut adalah the Stranger dan juga the myth of sisyphus.

Makan berkat 2 karyanya tersebut ia diberkati Nobel sastra dan merupakan salah satu karya yang dinilai paling berkontribusi terhadap munculnya aliran baru dalam ilmu filsafat yaitu absurdisme.

Ludwig wittgenstein (Inggris-Austria)

Ludwig wittgenstein memiliki nama lengkap ya itu Ludwig Joseph Johan wittgenstein yang lahir di Wina Austria pada 26 April tahun 1889. Iya memiliki beberapa karya besar karya pertamanya adalah Tractus-logico philosophicus yang pengaruhnya sangat besar terhadap sebuah komunitas filsafat yang ada di Winda kala itu. Ludwig wittgenstein merupakan murid dari seorang filsuf yang berasal dari Inggris yaitu Bertrand Russel yang merupakan seorang filsuf kenamaan Inggris yang berasal dari Universitas Cambridge.

Jean Paul Sartre (Prancis)

Jean Paul sartre lahir pada 21 Juni tahun 1905. Yang merupakan filsuf kontemporer dan penulis yang berasal dari Prancis yang membuat namanya terkenal karena ia berhasil mengembangkan aliran eksistensialisme. Beberapa pemikiran yang cukup fenomenal adalah dengan rumus eksistensialisme sartre dan juga eksistensi mendahului esensi yang mana menjelaskan sebuah keberadaan yang ada di dunia, satu syarat untuk ada, esensi hakikat umat kodrat atau inti dari suatu keberadaan. Bahkan berkat beberapa pemikirannya tersebut ia mendapatkan hadiah Nobel sastra pada tahun 1964.

Jacques derrida (Prancis-Aljazair)

Jacques derrida merupakan seorang filsuf prancis kelahiran dari Aljazair. Iya kuliah dan juga mengajar di Ecole Normale Superieure prancis cara mendapatkan gelar doktor honoris causa di Universitas Cambridge. Yang membuat nama derrida makin terkenal adalah ketika ia menggagas teori dekonstruksi yang mana Teori ini menolak pemikiran tentang adanya sebagai kehadiran dan juga mengkritik paham rasionalisme Barat. Bahkan ia juga menganggap bahwa filsafat bukanlah suatu ilmu yang mempresentasikan sebuah kebenaran.

Leo strauss jerman (As)

Terus lahir pada 20 September tahun 1899 merupakan filsuf klasikisme politik Jerman Amerika yang membahas tentang filsafat politik klasik ini terus. Leo strauss memfokuskan penelitiannya pada teks-teks Yunani Plato dan juga Aristoteles dan kemudian menuliskan implementasi pemikiran dari kedua filsuf tersebut melalui sebuah filsafat Islam dan juga Yahudi pada abad pertengahan sehingga mendorong penerapan beberapa ide-ide serta politik kontemporer.

Noam Chomsky (AS)

Fungsi lahir pada 7 Desember tahun 1928 dia sangat dikenal sebagai filsuf politik sekaligus aktivis sosial politik Amerika Serikat dia juga merupakan seorang Profesor linguistik dari Institut Teknologi Massachusetts ITM ia sangat dikenal melalui teorinya yaitu yang membahas tentang tata bahasa generatif.

Bahkan Chomsky telah menulis lebih dari 30 judul buku tentang politik dengan berbagai macam tema di dalamnya ia juga sangat terkenal sebagai sosok yang sangat kritis.

Judith Jarvis Thomson (AS)

Judith Jarvis Thomson lahir pada 4 Oktober tahun 1959. Yang merupakan filsuf moral Amerika Serikat dan terpilih menjadi anggota American philosophical selesai pada tahun 2019. Judith Jarvis ini dikenal lewat filsafat moral dan juga metafisikanya ia juga telah memberikan kontribusi yang signifikan untuk metaetika dan juga etika normatif serta etika terapan. Dan beberapa buku karyanya seperti moral relativism dan juga moral objectivity pada tahun 1966 yang membuat namanya semakin dikenal luas.

Giovanni genitele (Italia)

Geofanny genitele lahir pada 3 Mei 1875. Ia merupakan filsuf Neo Hegel idealism yang berasal dari Italia. Karyanya yang terkenal adalah Ghostwrote ASoctorine  Of Faschism yang terbit pada tahun 1932. Iya sengaja menunjukkan karyanya tersebut kepada diktator Italia yaitu Benito Mussolini yang terkenal sangat kejam. Ia juga menemukan sistem filsafat dengan istilah idealisme aktual yang terpengaruh dari beberapa filsuf terkemuka seperti Karl Marx Hegel dan juga fichte.

Ayn Rand (As-Rusia)

Ayn Rand lahir pada 2 Februari 1950. Dikenal melalui novel yang berjudul The Fountainhead yang sangat viral pada tahun 1943. Kemudian pada tahun 1957 ia mengeluarkan satu novel lagi yang bergenre filosofi berjudul Atlas Shrugged yang kemudian juga sukses di pasaran. Bahkan tak hanya sampai disitu saja dia kemudian beralih menjadi Novelis fiksi dan juga non fiksi serta mempromosikan pemikirannya.

Hiratsuka Raiko (Jepang)

Hiratsuka raiku lahir pada 10 Februari 1886. Dia merupakan seorang penulis, jurnalis, aktivis politik, anarkis dan juga Perintis feminis di Jepang kemudian membentuk komunitas eitosha pada tahun 1911 yaitu sebagai bentuk pembelaan terhadap hak-hak perempuan. Yang menuntut kebangkitan terhadap kaum perempuan dan mengembangkan gerakan feminis. Ya juga mau bahas pentingnya peran ibu dan juga banyak membantu perempuan dalam menunjukkan kemampuan feminin wanita yang sebenarnya.

Nah itulah tadi beberapa filsuf yang sangat berpengaruh pada abad ke-20 tentu saja melalui pemikiran-pemikiran mereka memberikan dampak yang cukup besar bagi perkembangan masyarakat dan membawa perubahan bagi generasi selanjutnya.


 


 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda