5 Kebudayaan penjajah yang masih dilestarikan hingga saat ini - JALUR INFORMASI

10.3.21

5 Kebudayaan penjajah yang masih dilestarikan hingga saat ini

Jalurinfo.id-Sudah kita ketahui dan kita pelajari sejak di bangku sekolah dasar penjajahan di Indonesia telah banyak meninggalkan berbagai macam dampak mulai dari bidang politik, pendidikan an, Kebudayaan kesenian dan masih banyak lagi lainnya. 

Ternyata Dari berbagai hal tersebut masih ada beberapa kebudayaan bangsa asiing yang dilestarikan oleh bangsa Indonesia dan dapat kita rasakan hingga saat ini. untuk mengetahuinya lebih jauh, Berikut ini adalah 5 kebudayaan penjajah yang tetap dilestarikan oleh bangsa Indonesia. 

kebudayaan penjajah di indonesia yang masih bertahan hingga saat ini

Pendidikan 

Pendidikan merupakan suatu hal yang penting hingga membuat bangsa Indonesia berhasil memunculkan tokoh-tokoh dalam perjuangan hingga kemerdekaan Indonesia. Sehingga pendidikan ini merupakan salah satu faktor yang masih tetap ada dan terus berkembang hingga saat ini. 

Namun tahukah kalian Mengapa dalam setiap sekolah atau pendidikan peserta didik selalu duduk dalam formasi berbanjar menghadap ke arah depan tepatnya menghadap ke arah seorang guru yang berdiri di depan kelas? Ternyata hal ini merupakan sistem pendidikan dan yang telah dilakukan kan yang diwariskan oleh Belanda tepatnya di masa sekolastik Eropa. 

Tak hanya itu saja ja jenjang pendidikan yang didasarkan pada tahun merupakan sistem pendidikan yang mengikuti sistem pendidikan dari pemerintahan kolonial Belanda ada kala itu.

Contohnya di jenjang Sekolah Dasar kita akan menempuh selama 6 tahun dan selanjutnya ditempuh selama 3 tahun seperti di SMP hingga SMA dewasa ini. Selain itu persyaratan usia calon peserta didik juga selama ini digunakan dalam pendidikan Indonesia merupakan warisan dari pemerintah kolonial Belanda. 

Kesenian 

Sudah ada banyak sekali jenis kesenian yang ada di Indonesia bahkan telah diakui dunia, namun ada beberapa kesenian yang diadaptasi dari budaya ya Para penjajah terdahulu menurut Victor ganap, salah satu kesenian yang masih dipertahankan di Indonesia adalah musik keroncong yang dibawa oleh bangsa Portugis ke Indonesia. 

Namun dengan nama fado. fado Ini lambat laun berkembang di Indonesia dan berganti nama menjadi keroncong akibat dari suaranya yang menghasilkan suara seperti corong corong sehingga lambat laun namanya pun berganti nama menjadi keroncong. 

Dan pada saat ini keroncong merupakan musik yang masih akrab di telinga masyarakat Indonesia dan memiliki basis tersendiri di kalangan musik indonesia. 

Sistem dan struktur masyarakat 

Pada awalnya sistem dan struktur pemerintahan di Indonesia yang paling kecil adalah desa atau dukuh. Namun berubah ketika Jepang datang ke Indonesia hal ini dilakukan Jepang untuk mengawasi masyarakat jajahannya sehingga Jepang membagi lagi struktur desa ini dengan satuan yang lebih kecil yaitu dengan nama Rukun Warga atau RW dan juga Rukun Tetangga atau RT dan di Jepang sendiri hal ini dikenal dengan nama tonarigumi. 

Meskipun sistem ini merupakan warisan dari pada penjajah hal ini tetap digunakan oleh pemerintahan Indonesia hingga saat ini dan hal ini sudah terbukti Memberikan manfaat terhadap koordinasi dan juga administrasi pemerintahan terutama di wilayah pedesaan. 

Bahasa 

Adanya bahasa merupakan faktor penting bagi setiap orang untuk berkomunikasi, hal ini juga tidak terlepas dari peran bangsa Eropa yang pernah datang ke Indonesia secara tidak sadar mereka banyak memperkenalkan cara berkomunikasi yang baru kepada rakyat Indonesia kala itu. Paling tidak mereka memberikan kan atau menambahkan berbagai macam kosakata baru yang masih bertahan hingga saat ini. 

Hal ini dikarenakan banyak kata serapan yang berasal dari bahasa asing baik dari bahasa Portugis,Bahasa belanda, bahasa Inggris maupun Jepang. Contohnya seperti ti biola atau Viola pesiar atau PC pita atau Vita mentega atau mentega bendera atau bendera cerutu atau cerah foto algojo atau algos bangku atau bangku boneka atau boneka bantal atau aventa total atau tolo Serdadu atau soldado figura atau pigura meja atau Mesa sepatu atau sepatu dan masih banyak lagi lainnya. 

Nama dan perkampungan 

Jika kalian mendengar nama keluarga seperti dacosta, yas, gue Sal vs, mendoza, da Silva dan lain-lain makan nama-nama sebenarnya merupakan nama dari kebudayaan bangsa Eropa khususnya Portugis. Namun nama-nama masih banyak ditemukan di Indonesia terutama bagian Indonesia Timur yang memang wilayah tersebut dulunya merupakan bekas jajahan bangsa Portugis. 

Selain itu terdapat pula bekas peninggalan penjajahan Portugis berupa perkampungan tugu di wilayah Jakarta. Kamu ini merupakan Kampung Kristen tertua yang pernah ada di Indonesia bagian barat. 

Hal ini dikarenakan masyarakat di daerah ini menganut agama Kristen Protestan sebagai bagian dari sejarah karena pada saat itu mereka harus menganut kepercayaan ini karena jika tidak maka mereka akan ditawan oleh penjajah Portugis. 

Sebenarnya masih banyak sekali beberapa peninggalan-peninggalan penjajah yang masih bertahan hingga saat ini, hal ini dilakukan sebagai bukti dan juga pengingat bawa penjajahan bangsa asing ini tidak selamanya hanya meninggalkan luka terhadap bangsa Indonesia, karena banyak juga yang menimbulkan nggak berdampak terhadap sistem dan juga tatanan kehidupan di Indonesia.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda